Menggabung Hari, Bulan dan Tahun Menjadi Tanggal: Fungsi DATE

Fungsi DATE dapat membuat tanggal dari komponen tahun, bulan, dan hari yang diambil secara terpisah. Fungsi ini berguna untuk menyusun tanggal secara dinamis berdasarkan perubahan di lembar kerja. Untuk menggunakan fungsi DATE, caranya: =DATE(tahun,bulan,hari) tahun: merupakan data tahun bulan: merupakan data bulan (bulan dalam setahun) hari: merupakan data jumlah hari E3=DATE(A3;B3;C3) Fungsi DATE juga dapat… Read More »

Menjumlahkan Sejumlah Bulan Dari Tanggal: Fungsi EDATE

Fungsi Excel EDATE dapat digunakan untuk menjumlahkan atau mengurangi suatu tanggal dengan bulan, sehingga tanggal bergeser sejumlah n bulan ke depan atau n bulan ke belakang. Untuk menggunakan fungsi EDATE, caranya: =EDATE(tanggal_mulai,jumlah_bulan) tanggal_mulai: data tanggal awal jumlah_bulan: jumlah bulan pergeseran (bisa berupa angka negatif atau positif) D2=EDATE(B2;2) D6=EDATE(B5;2) Catatan: Fungsi EDATE menampilkan data berupa nomor… Read More »

Membuat Nilai Kustom Jika Data Error: Fungsi IFERROR

Apa yang dilakukan jika error? Menggunakan Fungsi IFERROR adalah cara sederhana dan praktis untuk mendeteksi kesalahan dan menentukan nilai yang diinginkan jika terjadi kesalahan. Untuk menggunakan fungsi IFERROR, caranya: =IFERROR(nilai,nilai_jika_salah) nilai: merupakan nilai yang akan dideteksi. Nilai bisa juga berupa formula. nilai_jika_salah: nilai kustom yang dimasukkan ketika terjadi kesalahan. F6=IFERROR(E6/D6;”0″) Pada contoh di atas, nol… Read More »

Menggabungkan Jam, Menit dan Detik: Fungsi TIME

Fungsi TIME dapat membuat waktu dari komponen jam, menit, dan detik yang diambil secara terpisah. Fungsi ini berguna untuk menyusun waktu secara dinamis berdasarkan perubahan di lembar kerja atau menyusun waktu untuk dimasukkan ke dalam formula. Untuk menggunakan fungsi TIME, caranya: =TIME(jam, menit, detik); jam: waktu dalam jam menit: waktu dalam menit detik: waktu dalam… Read More »

Mendeteksi Semua Nilai Error Pada Sel: fungsi ISERROR

Fungsi ISERROR dapat digunakan untuk mengecek nilai error pada sel. Untuk menggunakan fungsi ISERROR, caranya: ISERROR (nilai) nilai: nilai yang dideteksi. C3=ISERROR(B3) Catatan: ISERROR dapat dikombinasikan dengan fungsi IF untuk memberikan pesan yang dimodifikasi. =IF(ISERROR(referensi_sel),”pesan kesalahan”) Baca juga:

Mengecek Sel Bernilai TRUE atau FALSE: Fungsi ISLOGICAL

Fungsi ISLOGICAL dapat digunakan untuk mengecek apakah suatu sel atau argumen bernilai logika TRUE atau FALSE. Untuk menggunakan fungsi ISLOGICAL, caranya: ISLOGICAL ( nilai ) C4=ISLOGICAL(B4) Menghitung total sel yang bernilai logika, C11=SUMPRODUCT(–ISLOGICAL(C2:C9)) Pada contoh di atas fungsi ISLOGICAL dikombinasikan dengan fungsi SUMPRODUCT untuk menghitung total sel yang bernilai logika. Catatan: Hanya sel atau argumen… Read More »

Mendeteksi Nilai Error Pada Sel Kecuali NA: fungsi ISERR

Fungsi ISERR dapat digunakan untuk mengecek nilai error pada sel kecuali #N/A. Untuk menggunakan fungsi ISERR, caranya: ISERR (nilai) nilai: nilai yang dideteksi. C3=ISERR(B3) Catatan: ISERR dapat dikombinasikan dengan fungsi IF untuk memberikan pesan yang dimodifikasi. =IF(ISERR(referensi_sel),”pesan kesalahan”) Baca juga:

Mengecek Nilai Numerik di Exel: Fungsi ISNUMBER

Fungsi ISNUMBER dapat digunakan untuk mengecek suatu nilai berjenis numerik atau tidak. Untuk menggunakan fungsi ISNUMBER, caranya: ISNUMBER ( nilai ) nilai : nilai yang akan dicek, bisa referensi sel atau isian langsung pada argumen. B3=ISNUMBER(A3) =SUMPRODUCT(–ISNUMBER(A2:A8)) Pada contoh di atas, ISNUMBER dapat dikombinasikan dengan SUMPRODUCT untuk menghitung jumlah sel yang mengandung numerik. Catatan: Baca… Read More »

Mengecek Text-Non Text di Area Sel: Fungsi ISTEXT, ISNONTEXT

Anda mungkin ingin mengecek apakah suatu area sel memiliki tipe data teks atau tidak. Data-data yang ingin Anda cek bisa saja berupa angka, tanggal, waktu, nilai logika, error yang berupa teks atau tidak. Mengecek Text dengan Fungsi ISTEXT Fungsi ISTEXT akan memberikan nilai logika TRUE jika suatu sel mengandung teks dan FALSE jika suatu sel… Read More »

Mendeteksi Nilai Error NA Pada Sel: fungsi ISNA

Fungsi ISNA dapat digunakan untuk mendeteksi nilai error #N/A pada sel. Untuk menggunakan fungsi ISNA, caranya: ISNA (nilai) nilai: nilai yang dideteksi. C3=ISNA(B3) C13=SUMPRODUCT(–ISNA(B3:B11)) Pada contoh di atas, ISNA dikombinasikan dengan SUMPRODUCT untuk menghitung total sel bernilai #N/A. Catatan: Jika hanya error #N/A yang dicari maka ISNA merupakan fungsi yang lebih produktif untuk digunakan dari fungsi… Read More »