Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan
Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Penutup
| Pustaka | Tes Akhir Modul
Vulkanisme
Semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma disebut vulkanisme.
Gerakan magma itu terjadi karena magma mengandung gas yang merupakan sumber
tenaga magma untuk menekan batuan yang ada di sekitarnya.
Lalu apa yang disebut magma? Magma adalah batuan
cair pijar bertemperatur tinggi yang terdapat di dalam kulit bumi, terjadi dari
berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya. Magma terjadi akibat adanya
tekanan di dalam bumi yang amat besar, walaupun suhunya cukup tinggi, tetapi
batuan tetap padat. Jika terjadi pengurangan tekanan, misalnya adanya retakan,
tekanannya pun akan menurun sehingga batuan tadi menjadi cair pijar
atau disebut magma.
Magma bisa bergerak ke segala arah, bahkan
bisa sampai ke permukaan bumi. Jika gerakan magma tetap di bawah permukaan bumi
disebut intrusi magma. Sedangkan magma yang bergerak dan mencapai ke
permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan
gunung api atau disebut juga vulkan.
Hal ini berarti intrusi magma tidak mencapai
ke permukaan bumi. Mungkin hanya sebagian kecil intrusi magma yang bisa mencapai
ke permukaan bumi. Namun yang perlu diingat bahwa intrusi magma bisa mengangkat
lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk tonjolan berupa pegunungan.
Secara rinci, adanya intrusi magma (atau disebut plutonisme) menghasilkan bermacam-macam
bentuk (perhatikan gambar penampang gunung api), yaitu:
-
Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur
magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat.
-
Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan
batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai
lensa cembung, sementara permukaan atasnya tetap rata.
- Keping intrusi atau sill adalah lapisan magma yang tipis menyusup di antara
lapisan batuan.
-
Intrusi korok atau gang adalah batuan hasil intrusi magma
memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.
- Apolisa adalah semacam cabang dari intrusi gang namun lebih kecil.
-
Diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan, berbentuk
silinder, mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi.

Gambar 6. Penampang
gunung api.
Tentunya Anda masih ingat bahwa jika aktivitas
magma mencapai ke permukaan bumi, maka gerakan ini dinamakan ekstrusi magma.
Jadi ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi. Ekstrusi
magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api. Ekstrusi magma tidak
hanya terjadi di daratan tetapi juga bisa terjadi di lautan. Oleh karena itu
gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan.
Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga
macam, yaitu:
-
Ekstrusi linier, terjadi jika magma keluar
lewat celah-celah retakan atau patahan memanjang sehingga membentuk deretan
gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Eslandia, dan deretan gunung
api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
-
Ekstrusi areal, terjadi apabila letak
magma dekat dengan permukaan bumi, sehingga magma keluar meleleh di beberapa
tempat pada suatu areal tertentu. Misalnya Yellow Stone National Park di
Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000 km
persegi.
-
Ekstrusi sentral, terjadi magma keluar
melalui sebuah lubang (saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang terpisah.
Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan lain-lain.
Berdasarkan sifat erupsi dan bahan yang dikeluarkannya, ada 3 macam gunung
berapi sentral, yaitu:
-
Gunung api perisai. Gunung api ini terjadi
karena magma yang keluar sangat encer. Magma yang encer ini akan mengalir
ke segala arah sehingga membentuk lereng sangat landai. Ini berarti gunung
ini tidak menjulang tinggi tetapi melebar. Contohnya: Gunung Maona Loa dan
Maona Kea di Kepulauan Hawaii.
-
Gunung api maar. Gunung api ini terjadi
akibat adanya letusan eksplosif. Bahan yang dikeluarkan relatif sedikit,
karena sumber magmanya sangat dangkal dan sempit. Gunung api ini biasanya
tidak tinggi, dan terdiri dari timbunan bahan padat (efflata). Di bekas
kawahnya seperti sebuah cekungan yang kadang-kadang terisi air dan tidak
mustahil menjadi sebuah danau. Misalnya Danau Klakah di Lamongan atau Danau
Eifel di Prancis.
-
Gunung api strato. Gunung api ini terjadi akibat erupsi
campuran antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus menerus.
Hal ini menyebabkan lerengnya berlapis-lapis dan terdiri dari bermacam-macam
batuan. Gunung api inilah yang paling banyak ditemukan di dunia termasuk
di Indonesia. Misalnya gunung Merapi, Semeru, Merbabu, Kelud, dan lain-lain.
Sampai di sini tampaknya pembahasan kita makin
menarik. Sekarang kita lanjutkan pada apa gejala yang terjadi pasca vulkanisme
tadi.
Tenaga Endogen dan Eksogen |
Bentuk-bentuk Muka Bumi di Daratan |
Bentuk Muka Bumi di Lautan |
Vulkanisme |
Gejala Pasca Vulkanis |
Manfaat Vulkanisme |
Permasalahan Vulkanisme |
Latihan Kegiatan 1
|